Home » » Kasus Penyerobotan Tanah

Kasus Penyerobotan Tanah

Written By Web Admin on Sabtu, 20 April 2013 | 17.03


Para sesepuh hukum yang saya hormati, saya memiliki sebuah pertanyaan mengenai jual beli ruko. Kasusnya begini:
1. PIHAK PENJUAL (saudara saya)
2. PIHAK PEMBELI
3. PENGHUNI RUKO

PIHAK PENJUAL menjual 2 unit ruko nya kepada PIHAK PEMBELI dengan kondisi sertifikat dijamin kan ke BANK A. Selanjutnya PIHAK PEMBELI setuju untuk membeli ruko tersebut melalui perantara BANK B, dengan kondisi ruko sudah di kosongkan.

masalahnya, PIHAK BANK B, sudah acc dari kantor pusat bahwa ruko tersebut sudah dapat di ikat dan dipindahkan hak kepemilikan nya kepada PIHAK PEMBELI, akan tetapi sampai saat ini ruko masih di huni oleh PENGHUNI RUKO.

PENGHUNI RUKO merupakan orang yang dulu mau membeli ruko tersebut dengan panjar Rp. 100 juta, tetapi cicilan tersebut tidak dilunasi sampai sekarang (9 tahun)

dengan kondisi seperti
1. perjanjian jual beli 9 tahun lalu tidak ada hanya sebatas kwitansi bertuliskan panjar rumah
2.pada tahun 2011, PENJUAL menghubungi PENGHUNI RUMAH untuk menanyakan kejelasan pelunasan rumah, dan di setujui bahwa pelunasan diselesaikan selambat-lambat nya bulan mei 2011 dengan harga 800 juta dan dengan kondisi sehat dan tanpa paksaan (surat perjanjian dibawah tangan dengan di saksikan oleh saksi2)
3.setelah tahun berganti dan tidak ada kejelasan, minggu lalu ruko tersebut laku kepada PEMBELI dengan harga Rp. 1 M.

pertanyaan nya:
1. pihak PEMBELI memberitahukan kepada PENJUAL untuk mengosongkan ruko dalam waktu 1 bulan atau tidak terjadi kesepakatan pembelian ruko ?
2. bagaimana cara mengosongkan ruko tersebut dalam tempo 1 bulan, dikarenakan PENGHUNI RUMAH tidak mau keluar ?
3. apakah PENGHUNI RUMAH bisa di tuntut dengan pidana penipuan ?

hari ini 20 april 2013, PENJUAL memaksa PENGHUNI RUMAH dengan menaruh timbunan tanah setinggi 2 meter didepan pintu ruko (4 coltdiesel dump truk) untuk memberikan efek jera kepada PENGHUNI RUMAH, apakah itu termasuk pelanggaran pidana ?

FYI : 
1. PENGHUNI RUMAH sudah diberikan surat resmi dengan tembusan ketua RT dan RW sebanyak 3x tetapi PENGHUNI RUMAH tidak memenuhi panggilan tersebut dan PENGHUNI RUMAH sangat susah dihubungi dan diajak negosiasi

2. PENGHUNI RUMAH mengakui bahwa surat perjanjian 2011 tersebut DIPAKSA DI SURUH TANDA TANGAN oleh PIHAK PENJUAL.

Jawaban:

Kasus Anda menurut menurut kami dapat dimasukkan dalam kasus penyerobotan tanah, di mana hal tersebut diatur dalam Pasal 2 Undang-Undang Nomor 51 PRP Tahun 1960 tentang Larangan Pemakaian Tanah Tanpa Izin Yang Berhak Atau Kuasanya (UU No 51 PRP 1960) menyatakan bahwa pemakaian tanah tanpa izin dari yang berhak maupun kuasanya yang sah adalah perbuatan yang dilarang, dan dapat diancam dengan hukuman pidana kurungan selama-lamanya 3 (tiga) bulan, atau denda sebanyak-banyaknya Rp 5.000 (lima ribu Rupiah) sebagaimana diatur dalam Pasal 6 UU No 51 PRP 1960. Tindakan penyerobotan tanah secara tidak sah merupakan perbuatan yang melawan hukum, yang dapat digolongkan sebagai suatu tindak pidana.

Kata penyerobotan secara umum dapat diartikan dengan perbuatan mengambil hak atau harta dengan sewenang-wenang atau dengan tidak mengindahkan hukum dan aturan, seperti menempati tanah atau rumah orang lain, yang bukan merupakan haknya. Penyerobotan tanah secara melawan hukum memang dapat merugikan pemilik yang sah, apalagi jika tanah tersebut dijadikan sebagai tempat usaha. Ada banyak model permasalahan penyerobotan tanah yang kerap kali terjadi, misalnya menduduki tanah milik orang lain secara fisik, menggarap tanah milik orang lain, menjual hak atas tanah yang bukan miliknya, dan sebagainya.

Tindakan yang dapat dipidana sesuai dengan Pasal 6 UU No 51 PRP 1960 yaitu:
a. barangsiapa yang memakai tanah tanpa izin yang berhak atau kuasanya yang sah, 
b. barangsiapa yang menggangu pihak yang berhak atau kuasanya yang sah di dalam menggunakan suatu bidang tanah, 
c. barangsiapa menyuruh, mengajak, membujuk atau menganjurkan dengan lisan maupun tulisan untuk memakai tanah tanpa izin dari yang berhak atau kuasanya yang sah, atau mengganggu yang berhak atau kuasanya dalam menggunakan suatu bidang tanah, 
d. barangsiapa memberi bantuan dengan cara apapun untuk memakai tanah tanpa izin dari yang berhak atau kuasanya yang sah, atau mengganggu pihak yang berhak atau kuasanya dalam menggunakan suatu bidang tanah.

Dalam kasus Anda, penghuni dapat dilaporkan kepada pihak kepolisian dengan tuduhan melakukan penyerobotan tanah/ruko. Adapun yang perlu agan persiapkan dalam pelaporan tersebut, antara lain: bukti kepemilikan atas ruko tsb, bukti bahwa penghuni ruko tidak memiliki hak untuk menempati (hal ini untuk persiapan meng-counter tanggapan penghuni bahwa ybs berhak menempati). Semoga bisa membantu. 
Share this article :

Poskan Komentar

 
Copyright © 2011. AnalisaHukum.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template